Please Wait

Internet Indonesia

Penggunaan[sunting | sunting sumber]
Menurut Akamai Technologies, dengan 9 jaringan ke kabel bawah laut, Indonesia dalam Q1 2014 mempunyai kecepatan Internet sebesar 2.4 Mbit/s, mengalami kenaikan sebanyak 55 persen dari tahun sebelumnya. Hanya 6.6 persen rumah yang mempunyai akses ke 3.7Mbit/s atau yang lebih tinggi.[1]

Berdasarkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, dalam Q4 2015 terdapat 90,6 juta pengguna internet di Indonesia atau sekitar 35% persen dari populasi Indonesia ,Dari Jumlah Tersebut Pengguna Internet Di Pulau Jawa Tercatat 59,965,975 Juta Pengguna Atau 38% Dari Populasi Pulau Jawa.yang mengikuti pertumbuhan internet dunia[2]

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi, pada akhir Juni 2011, pengguna Internet di Indonesia sebesar 45 juta orang, 64 persen atau 28 juta pengguna berada pada rentang usia 15 sampai 19 tahun.[3]

Juli 2011: Berdasarkan survei Nielsen, 48 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan ponsel untuk mengakses internet, sedangkan 13 persen lainnya digunakan perangkat multimedia genggam lainnya, ketergantungan tertinggi pada akses internet mobile di Asia Tenggara, meskipun Indonesia memiliki tingkat masuknya internet terendah secara keseluruhan di Asia Tenggara dengan hanya 21 persen penduduk Indonesia berusia antara 15 dan 49 yang menggunakan Internet. [4]

Mei 2011: Berdasarkan penelitian TNS, Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar-kedua dan pengguna Twitter terbesar-ketiga. 87 persen penduduk Indonesia yang online memiliki akun situs jejaring sosial, tetapi hanya 14 persen mengakses situs harian, jauh di bawah rata-rata global 46 persen karena banyak dari mereka mengakses internet dari warung internet yang tidak nyaman atau masih menggunakan smartphone kuno. Seiring dengan peningkatan smartphone Android murah baru-baru ini, ada kemungkinan kegiatan pengguna internet di Indonesia akan meningkat juga.[5]

Berdasarkan survei Yahoo Net Index yang dirilis pada Juli 2011, Internet di Indonesia duduk di barisan kedua setelah televisi. 89 persen pengguna terhubung ke jejaring sosial, 72 persen menjelajah web dan 61 persen membaca berita.[6]

Indonesia Internet Service Provider (ISP) menawarkan layanan di atas jaringan ADSL PT Telkom. Pelanggan ADSL biasanya menerima dua memisahkan tagihan, satu untuk biaya line ADSL ke PT Telkom dan satu lagi untuk biaya layanan internet ke ISP.

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Internet_di_Indonesia

admin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *